Pagi masih terasa awal, jam masih menunjukkan pukul 8. Puluhan mahasiswa telah memenuhi lorong kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) untuk masuk kelas. Kontras di antara mahasiswi perempuan yang mengenakan jilbab ada sosok yang berbeda. Rambutnya terurai, dengan pakaian yang casual.
Gabriela Puspita Gaho (21 tahun), demikian nama mahasiswa tersebut. Dia merupakan mahasiswa nasrani yang memilih berkuliah di Prodi Ilmu Komunkasi FISIP UISU.
“Saya memilih UISU untuk berkuliah dengan berbagai pertimbangan, Pertama, Karena saya kepengen kuliah di komunikasi, serta jarak UISU yang tidak jauh dari rumah saya,” ujar perempuan berdarah Nias ini membuka wawancara.
Gabriela menambahkan bahwa keputusan memilih UISU ini juga didukung oleh orang tuanya.
“Puji Tuhan, orang tua mendukung saya kuliah di UISU, bahkan mamak yang mengantar saya mendaftar kuliah di UISU,” kenang Gabriela yang berzoidak Libra.

Dalam perkuliahan, Anak pertama dari dua bersaudara ini mengatakan bahwa dirinya selama 3 semester kuliah di UISU menyadari bahwa kampus UISU sangat toleran dan mengakui keberagaman. Baik lingkungan pertemanan maupun kebijakan kampus. Gabriela menuturkan bahwa teman- teman, baik sekelas maupun di luar kelas menerima kehadirannya di tengah-tengah mereka.
“Teman-teman muslim di sini menerima saya, bahkan saya punya banyak kawan yang akrab. Demikian dosen-dosen juga sama baiknya,” ujar penyuka Ifu mie ini bersemangat.
Perempuan bertinggi 155 Cm ini juga merasa tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti berbagai mata kuliah yang bermateri Agama Islam di UISU. Beberapa mata kuliah keagamaan yang wajib diambil antara lain mata kuliah Agama Islam, Muamalah, Munahakat, Ibadah dan Al Quran Sebagai Sumber Informasi.
“Gak kesulitan ikut mata kuliah keagamaan Islam, malah menambah pengetahuan saya tentang agama Islam. Malah nilai saya di mata kuliah keagamaan Islam tidak ada yang jelek,” pungkas Gabriela yang berdomisili di Simalingkar B ini lugas.
Gabriela berharap agar bisa menamatkan studi Sarjana Ilmu Komunikasi di FISIP UISU tepat waktu dan memperoleh nilai yang sangat memuaskan.
“Perjalanan saya di UISU masih panjang, masih banyak ilmu, pengalaman, dan nilai yang saya kejar. Semoga kelak saya bisa membanggakan kedua orang tua saya,” tutupnya.


