Malam semakin larut, waktu sudah mulai berganti hari (3/12/23). Haikal Surya Ginting (21 tahun) memberanikan diri memacu sepeda motornya menyisir jalanan beranjak pulang dari kegiatan survei Pemilu 2024 dari Desa Lau Peranggunen Kecamatan Lau Baleng menuju Kabanjahe Ibukota Kabupaten Karo yang berjarak sekira 32 kilometer.
Jalanan yang dilewati cukup menantang, hutan lebat di kanan kiri jalan di selingi kebun jagung milik warga desa.
Penerangan jalan sangat minim, rumah warga juga sangat jarang. Suhu udara juga cukup dingin mencapai 19 derajat celcius menambah perjalanan pulang Haikal semakin mencekam.
Haikal menceritakan pengalaman mistisnya ketika dia menyusuri jalan tersebut.
“Belum lama berkendara, dari kejauhan saya melihat sosok seperti karung goni beras tergantung di udara. Saya perhatikan secara seksama ternyata karung itu semakin tinggi,” ujar Haikal mengingat kejadian.

Haikal menambahkan bahwa dirinya semakin percaya bahwa apa yang dilihatnya adalah sosok Begu Ganjang. Haikal mempercayai itu karena dari rumah dirinya juga telah diingatkan oleh orang tuanya bahwa berhati-hati karena daerah yang dikunjunginya cukup angker.
“Alhamdulilah saya sudah diingatkan oleh orang tua, saya juga diingatkan untuk jangan menghiraukan kejadian seperti itu,” kata haikal sembari tersenyum.
Dalam kebudayaan Suku Karo dan Batak, mereka mempercayai sosok Begu Ganjang sebagai mahluk gaib yang menyerupai seperti Genderuwo dalam kebudayaaan suku Jawa. Merujuk pada situs web wikipedia, mahluk ini hendaknya diacuhkan saja, sebab jika semakin diperhatikan dia bisa menyakiti orang yang melihatnya.
Survei Populi Center Untuk Pemetaan Pemilu 2024
Haikal adalah satu dari sekian banyak petugas survei yang dikerahkan oleh Lembaga Populi Center yang berpusat di Jakarta untuk memetakan peta politik Indonesia menjelang pemilu 2024.
Ridwan Nasution, S.Sos, M,.Ikom.I selaku koordinator Populi Center wilayah Sumatera Utara mengatakan bahwa kegiatan ini adalah rutinitas wajib Populi Center dalam melaksanakan kerja lembaganya selaku konsultan politik nasional.

“Jadi kerja kami adalah untuk memberikan data-data lapangan yang rill untuk dijadikan referesi bagi pelaku politik baik parpol ataupun kandidat pemimpin untuk mengambil keputusan politik,” tutur Ridwan yang juga menjabat sebagai Dekan FISIP UISU ini lugas.
Ridwan menambahkan di Sumatera Utara ini dia mengerahkan 19 orang mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UISU untuk menjadi petugas survei lapangan. “Yang terjauh, kami pilih mahasiswa dari Nias untuk mengambil data di daerah kampung halamannya,” katanya.
Ridwan sengaja memilih petugas survei dari daerah masing-masing agar dalam kegiatan survei ini berlangsung dengan lancar baik dari segi bahasa dan pemahaman budaya setempat.


