Reformasi yang diperjuangan rakyat 1998 lalu, dalam perspektif Samsul Bahri Pane, S.Sos, MAP telah kebablasan dan semakin lama semakin jauh dari harapan. Praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme masih membumi, pelaksanaan pemilu yang selalu diwarnai skandal, bahkan bermunculan dinasti politik baik nasional dan lokal yang bersinergi dengan oligarki.

“Fakta tersebut membuat masyarakat menjadi tidak percaya dengan proses politik yang ada. Terutama generasi muda yang tidak melihat keterlibatan mereka menjadi penting dalam politik Indonesia, terutama pada pemilu,” ujar Dekan FISIP UISU lugas.

Samsul Bahri menyadari bahwa peran kampus sebagai wadah kaum intelektual wajib menjadi pelopor keterlibatan kaum muda dalam politik, tentu saja hal ini tidak terlepas dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kajian politik dibahas dalam perkuliahan baik dikelas maupun diskusi akademik, kegiatan penelitian yang diwujudkan dalam karya ilmiah baik, dan pengabdian yang diwujudkan dalam kegiatan yang berdampak langsung dalam peningkatan kapasitas literasi politik di masyarakat,” jelasnya.


Paparan tersebut disampaikan Samsul Bahri dalam kegiatan Parlemen Goes to Campus yang digagas oleh Radio Trijaya FM yang menggandeng UISU sebagai tuan rumah kegiatan Rabu (8/2/2023). Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Komisi E Hendra Susanto juga turut hadir menyampaikan materinya.

Hendra Susanto berharap kaum milenial umumnya dan mahasiswa UISU khususnya dapat menjadi pionir dalam meningkatkan partisipasi politik, utamanya dalam kegiatan pengawasan pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

“Mahasiswa harus digandeng, apalagi dengan kreatiftas mereka serta kemahiran menggunakan perangkat media digital. Partisipasi kaum muda pun di pemilu 2024 mendatang lebih dari 50% jumlah total pemilik suara, jelas bahwa kaum muda harus digandeng dalam meningkatkan kualitas demokarasi di Indonesia,” papar Hendra yang berasal dari Fraksi PKS ini bersemangat.

Turut hadir Dr. Liesna Andriani. M.Pd selaku Wakil Rektor I UISU sebagai opening speaker. Kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa UISU serta disiarkan live melalui kanal radio Trijaya FM. (Rep: Febry Ichwan Butsi)